Tekad seorang lelaki tak dapat diukur jika terbesit dihatinya sebuah cinta yang dalam, seorang perempuan pun tak bisa dipaksa bak tulang bengkok yang dipaksa bisa patah.
Pertempuran akan bisa disejukkan oleh perdamaian kasih sayang, semula perang yang sudah diancang sirna sudah dengan curi pandang seorang pemuda kepada sang puteri.
Roro Jonggrang mampu meluluhkan hati Bandung Bondowoso yang semula sudah mendapatkan kesaktian banyak dari beberapa lawan yang telah ditaklukkan menambah kepercayaan diri untuk menaklukkan beberapa tantangan termasukkah hati seorang puteri?
Keksatriaan pemuda ini dibuktikan mendatangi langsung kerajaan sang puteri meskipun dalam keadaan hangat balas dendam dengan gagah berani mendatangi walau sebagian jawabannya sudah diketahui khalayak banyak pasti akan ditolak, keberanian bukan berdiam diri dengan jawaban sunyi, walau lantang makian tolakan diterima begitulah ksatria menghadapi kehendaknya.
Meluluhkan hati tidak pada satu pintu, karena,setiap sisi ada kelembutannya untuk disentuh, jangan menyerah. Ksatria mencoba mendekati langsung sang puteri tambatan hati, dengan mengutarakan secara langsung meski lagi-lagi jawaban sudah bisa ditebak, namun ada beberapa alas kata.
1000 candi menjadi 'hantaran' untuk meminang sang puteri. Tak berfikir panjang ksatria membangunnya dengan segala upaya dan keahlian siasat ilmunya, dengan beberapa kriteria dan arsitektur disesuaikan dengan sang calon permaisuri.
Alas kata sang puteri tak hanya menjadi alasan belaka, melainkan ketidakmasukakalan dilakukan untuk diujudkan, namun tidak dengan Bondowoso, ksatria gagah perkasa dan pemberani ini mampu menunaikan janjinya. Gundah gulana sang puteri mulai terasa, dengan memainkan tipu untuk segera memerintahkan pertanda akhir dari bekerja 1 malam itu berbunyi, ayam berkokok berkat suruhan puteri kepada gadis desa untuk memukul lesung sebanyak mungkin.
99,99 % pekerjaan selesai, namun terhenti oleh isyarat yang di ada-ada oleh puteri untuk menghentikannya, 1000 candi yang dijanjikan tersisa 1 lagi yang belum selesai.
Adalah alasan yang diada-ada seolah menolak secara halus telah menghancurkan hati sang pemuda yang punya kesungguhan, pasti ada akibatnya untuk sang puteri beserta suruhannya dalam memanipulasi isyarat berhenti bekerja, namun kesemua akibat ini adalah alasan yang dibuat untuk menolak, namun ada alasan yang banyak juga untuk tetap menerima, dari kesungguhan hati.

CONVERSATION