JARAK
2000,7 Kilometer kembali ditempuh untuk menyepakati defenisi dari Capcin, yang
semula adalah hadiah dari tebakan yang salah “karena jawaban tidak ada
dipilihan jawaban, maka semua jawaban dianggap benar dan mendapat nilai bonus”
begitulah lebih kurang hadiah berupa Capcin tersebut diberi.
Defenisi
pun bergentayangan untuk mengartikan singkatan itu, memang multitafsir adanya,
yang ujung dibelakang cin itu ada
cinta. Persolan cinta itu ada rasa atau tidak tergantung yang memberi dan
menerima yang keduanya bak sisi tak terpisahkan.
Melunasi
janji secangkir hadiah sudah tuntas adanya, dengan beberapa defenisi yang masih
kabur memaknai, makna dari rasa adalah persoalan indera yang ada pada manusia
namun persolan komitmen “bulat air karena pembuluh, bulan suara karena mufakat”
adalah yang akan dipegang perkataan.
Sedemikian
rupa jarak mewarnai langkah, hingga bisa kembali melunasi janji-janji untuk
mengesekkan sendal jepit lain sebelah dalam menimba ilmu ini, mencari jalan
pulang adalah suatu kesalahan besar karena jalan pulang bagi sipetualang ilmu
itu hanyalah liang lahat kelak ketika sudah berpulang dan Capcin yang
multitafsir itu adalah pelepas dahaga dari oase cinta yang sedang berada
digurun ilmu


CONVERSATION