KAMBING HITAM UNTUK SANG KELAM
MENYALAHKAN Kodrat, yang sudah tertuang dalam garis hidup tentu menjadi rangkaian nilai yang tak terhingga sampai keliang lahat, tatanan hidup yang sedemikian rupa dibawah peraturan pemerintah juga tak luput dari sasaran pesimis, kenapa kebijakan tidak menyentuh relung ekonomi kosong yang ada diperkampungan.
Keruhan keadaan
makin menjadi ketika, keadaan memburuk melanda, bak gayung bersambut menjadi
ladang pesisimis yang subur.
keluarga, tak luput jua dari kambing hitam, bagaimana idealnya hidup untuk lebih baik, padahal sudut pandang kesejahteraan keluarga tergantung Syukur yang tangan terus terusap dalam dua telapak tangan didada.
Kambing hitam, untuk sang kelam. Merupakan menepuk air dalam di dulang, menyalahkan dengan terus rebahan TANPA BERBUAT apapun, sisi nilai dipandang rendah, kaki dengan sendal jepit yang masih kokoh berdiri melemahkan langkah. Lantas apa gunanya 8 tulang utama penyangga jasad? Selagi nafas berhembus, segala fungsi Indera yang ada dibadan berguna sebagaimana mestinya.







