Pare adalah samudera manusia dengan warna warni penuh rasa. Yang orang baru sampai disana akan langsung menyelami karena indahnya, padahal bukan menyelam namanya melainkan tenggelam
Yang sudah berada lama disana, sesekali tertarik arus bawah yang menyentak padahal para tutor dan master notabene sudah sangat mahir bermain arus dan menyediakan pelampung sebagai "life jacket" nya selama berada di samudera pare.
Tengah malam adalah pergantian masa dari hari kemarin menjadi hari ini, karena beberapa ombak manusia yang masih terjaga didalam samudera indah mendesirkan pasir putih, mata seolah tersegarkan dengan gemerisik pasirnya untuk segera terjaga walau hanya untuk menghampiri gesekan kuali dan sendok nasi goreng di gang Anyelir atau sekedar melepas dahaga untuk meneguk minuman botol yang mengapung-apung lengkap dengan kelap-kelip lampu hiasnya di samudera pare.
Gang-gang kecil pare bagaikan sela terumbu karang yang kian diterangi lampu akan memperelok indahnya, lambaian rerumputan dan fauna laut adalah senyum sapa dan lambaian para member disana, yang ribuan lebih manusia akan keluar masuk kesana dalam 1 periode, baik hanya sebagai penyelam maupun tenggelam.
Menuju kelas banyak jalan yang ditempuh, sepatutnya hanya berenang saja masih bisa mencuri udara dipermukaan namun banyak yang menyelam sembari melihat keindahan lengkap dengan lambai-sapa menggunakan jurus "daily activities" yang berujung pada "lets hang out".
Berenang memang sedikit individualis, kurang berbaur tidak menikmati. Namun menyelam sangat berbaur yang harus ingat untuk mencuri udara dipermukaan, mustahil karena sudah sangat dalam dan jauh yang akhirnya menyesakkan dada baru sadar dan akan mengulang kembali esok hari.
Jalanan jauh terobati sudah tanpa lelah bahkan sesekali merasa betah, tak sia-sia indahnya samudera pare menjadi magnet bagi peneguk dahaga ilmu yang kian hari akan menemukan hal baru.
Setelah hilang lelah dan merasa betah ombak samudera kian menyapu untuk menggeser perlahan karena periode menentukan seberapa lama samudera betah menerima untuk berada dipermukaannya, indahnya yang pernah tampak kian hari bergeser pula, tidak pernah ditempat yang sama semula masa dijumpai, kadang sudah menepi jauh, tenggelam dalam bahkan tak sedikit terombang-ambing yang sangat berharap besar agar ombak menghentikan sesaat dan bisa menikmati indahnya samudera didalamnya.
Alam tidak akan pernah sama, rasa yang ada juga adalah alam yang alamiah dengan segala dinamikanya yang ada. Terkadang menemukan rasa yang sama tapi tempat berbeda bahkan menemukan tempat yang sama rasa yang berbeda, tidak akan pernah sama.
Samudera Pare adalah penyelaman yang menenggelamkan.


CONVERSATION