image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

Kopi Rezeki


“Apa yang kita buat sekarang tidak dibalas seketika melainkan suatu ketika” adalah ungkapan semangatku dengan melihat semangat kawan-kawan yang pernah berjuang bersama dalam kontestasi politik beberapa masa lalu, dengan bercucuran keringat dan hidangan seadanya untuk melepas dahaga. Menanam tidak menumbuhkan hasil dengan spontanitas, secangkir kopi juga demikian tidak memberikan kesan dengan srumput pertama, kedua bahkan ketiga melainkan seketika mau beranjak pulang untuk segera menuntaskan tegukan terakhir didalam gelas.

Silaturrahmi dirajut untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur, selebihnya adalah hiasan cerita nostalgia bahkan masa depan, bak gayung bersambut sahutan cerita demi cerita dengan pengalaman masing-masing telah melarutkan gula dan malam. Curahan hati dengan kondisi sebelumnya adalah lampiasan kisah yang patut untuk saling berbagi agar kelak bisa menjadi buku yang tak tertulis dipelajari.

Tetasan hujan mulai menampakkan wujudnya beramai-ramai untuk menjadi deras karena jarak yang dekat dengan nekat untuk menerobos tapi hujan tetaplah air yang persentase kandungan airnya terserah mau apa saja tafsirannya ada yang bilang 90% kenangan dan 10 % air; 50 % air, 50 % udara; 90 % air bumi, 10 % air mata dan lain sebagainya, yang namanya air tentu membasahi.
Seseorang tak bisa kita nilai dari lembaran pertama dan kedua saja melainkan beberapa lembaran hidup yang terus digoresi tintanya sesuai warna dan kata yang akan menjadi acuan dan jalan hidupnya sendiri, kita bisa belajar dari kegagalan bukan berarti mempelajari kegagalan untuk menjadi gagal, berbeda kita mempelajari 1+1=2 agar mengetahui penjumlahan.

Mempelajari kegagalan adalah bertujuan untuk mempersiapkan diri karena manusia terdiri dari dua langkah yang terkadang baik dan terkadang buruk yang sudah sesuai nasib takdir tentukan (takdir bisa dihindari dan tidak bisa dihindari) sehingga dengan pelajaran dan pengalaman bisa menjadi acuan langkah yang harus tetap kokoh berdiri diatas kaki sendiri. Contoh kegagalan masing-masing sudah pernah mengalami, ada yang sekarang sukses dengan kacamata orang lain, ada yang gagal dengan kacamata orang lain. Sedangkan sudut pandang sendiri tidak pernah digunakan untuk melihat gagal atau sukseskah hidup sekarang? Karena sudut pandang adalah perspektif jauh dari mata kita yang orang lain nilai.

Silaturrahmi tidak semata soal siapa, dimana dan apa yang kita temui tapi belajar yang tiada henti bukan hanya dari suksesnya akan tetapi dari gagalnya.

Share this:

CONVERSATION