image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

GERBONG UJUNG; LELAKI MATI TANPA NALURI

Permintaan peralihan gerbong kereta yang diungkapkan oleh pejabat berwenang agar laki-laki menjadi “tameng” dalam kecelakaan untuk Perempuan sontak naluriah laki-laki harus dikesampingkan bahwa Ia hanya hidup untuk “menghidupi” Perempuan dengan segala tanggung jawab dunia akhirat yang akan ditanggungnya.

Dalam situasi darurat, manusia sering menunjukkan perilaku heroik yang melampaui naluri mempertahankan diri. Salah satu gambaran yang menarik untuk dikaji adalah laki-laki yang berada di gerbong paling ujung kereta api dan memilih menghadapi risiko terbesar demi melindungi penumpang di gerbong tengah yang sebagian besar berisi perempuan. Fenomena ini dapat dianalisis melalui pendekatan psikologi sosial, naluri protektif, serta teori ketahanan mental manusia dalam menghadapi ancaman ekstrem.

Secara umum, gerbong paling ujung pada kecelakaan kereta memiliki potensi kerusakan lebih besar akibat benturan langsung. Dalam konteks ini, keberadaan seorang laki-laki yang bertahan di posisi berbahaya demi memberi waktu evakuasi kepada penumpang lain menunjukkan bentuk pengorbanan sosial yang tinggi. Tindakan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keberanian spontan, tetapi juga oleh faktor biologis dan psikologis yang berkaitan dengan insting perlindungan terhadap kelompok yang dianggap lebih rentan.

 

Share this:

CONVERSATION