PUASA; EVALUASI AMBISI
Zoon politicon yang dikemukakan Aristoteles merupakan kehendak lahiriah dari insan yang cenderung punyai keinginan banyak, selain keinginan beramai-ramai (sosial) Ia juga butuh legitimasi ditengah keramaian, sebagai apa? Orang kaya, orang pintar, orang kren, penulis, jurnalis, ketua, pengurus, berkuasa, hebat, jago, ahli bisa segala hal dan lain sebagainya, yang secara otomatis pujian akan melekat pada tiap langkahnya.
Kategori ambisi secara sederhana bisa ditarik dua hal saja, kemunduran dan kemajuan. Dengan istilah, konstruktif dan destruktif. Memberikan dampak yang secara terbuka lebar dua hal saja, baik dan buruk atau positif dan negatif. Namun dua ruang terpisah tersebut bisa berubah makna jika kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, banyak contoh yang konotasi dan tradisi memandang itu sebuah hal yang negatif ternyata menggunakan kacamata yang berbeda memadangannya bisa jadi positif. “oh.. iya juga ya..” dan ternyata Kesimpulan dari penilaian itu tidak berupa halaman akhir Dalam sebuah buku yang akan ditemukan, maka akan ada sesi dimensi yang berbeda untuk memberikan ruangan penjelasan pada Kesimpulan yang kita anggap berbeda dan sudah pasti itu bernilai negatif.
Ambisi memiliki arti dua hal besar tersebut, dengan secara sadar bahwa meredamnya adalah dengan cara menahan bahkan dengan ikhlas, ambisi yang tidak diperjuangkan merupakan ide yang tidak pernah ditulis dan ucapkan, hanya berjibaku dalam fikiran bawah sadar. Besaran ambisi tergantung sejauh mana upaya dan daya untuk meraihnya.
Puasa merupakan sebuah kewajiban, setiap tahun puasa wajib bagi orang yang beriman sudah tertuang jelas dalam Al Qur’an yang sudah ditunaikan insan dibelahan penjuru dunia dari diturunkannya intruksi tersebut hingga sekarang. Dengan menahan beberapa larangan dan dianjurkan perbanyak ibadah sesuai perintah maka puasa mengatur ritme tatanan kehidupan kita menjadi lebih baik.
Ambisi dimana posisinya?
Ia diletakan antara menahan dan sabar, ambisi yang tinggi harus seketika di
evaluasi, jika itu bertentangan maka harus segera dihentikan justru sebaliknya
jika itu merupakan sebuah perjalanan maka harus segera diperjuangkan. Tiada kata
menyerah terhadap ambisi yang bernilai, jika agak terasa berat maka puasa
membantunya untuk segera dievaluasi agar hal terberat menahan lapar dahaga saja
mampu dilaksanakan apa lagi life purpose yang sudah lama diperjuangkan.


CONVERSATION