NOTULENSI DEBAT
CAPRES/ CAWAPRES 2014-2019
Balai Sarbini, 8 Juni 2014
SESI I
Moderator
Apa agenda
paling penting untuk dilaksanakan, pembangunan demokrasi, kepastian hukum dan
pemerintah yang bersih?
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Demokrasi adalah
cita-cita bangsa, karena perjuangan pencapaianya dengan susah payah. Demokrasi
banyak kekurangan, kita perlu pendidikan politik karena masyarakat baru
mempunyai hak politik tapi belum memiliki hak politik partisipasi.
Demokrasi adalah
alat menuju cita-cita yang kuat dan sejahtera, kita butuh demokrasi yang
membawa kemakmuran. Pemerintah yang bersihlah yang akan bisa membawanya.
Kepastian hukum adalah konsistensi penegakanya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Kepastian hukum
harus ditegakan dengan pasti, berlaku secara setara terhadap masyarakat.
Demokrasi adalah nilai yang harus ditegakan karena bisa mengantarkan
kemakmuran. Demokrasi ada tiga hal penting ; tanpa diskriminasi, punya hak
politik yang merdeka, memberikan kewenangan terhadap lembaga negara dalam
pelaksanaan tugasnya.
Joko
Widodo(Capres nomor urut 2):
Masyarakat ingin
lebih sejahtera, demokrasi adalah suara rakyat dan mendengarkannya. Kenapa kami
datang kepasar, kebun, dan kemasyarakat? karena kami ingin mendengar,
menyelesaikan dengan dialog dan musyawarah. Pemerintahan yang bersih bisa
dilakukan dengan dua hal; Pertama pembangunan sistem, e-budgeting, e-kataloque,
e-lainya, pajak on-line. Kedua Rekrutmen yang terbuka.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Kepastian hukum,
negara kita adalah negara hukum adalah syarat mutlak dalam menghormati hak
asasi manusia. Hal pokok dalam hukum; dapat diterima secara umum/ luas,
keteladanan, pemahaman terhadap institusi hukum dan memperkuatnya(KPK, POLRI
dan Kejaksaan). Pemerintah yang bersih menjadi cita-cita bersama dalam upaya
mensejahterakan masyarakat.
SESI
II
Tentang
Visi dan Misi:
Moderator
(Pertanyaan):
Dalam konstelasi hukum sekarang,
GBHN. Dapatkah anda melakukan evaluasi kritis terhadap program pemerintah sekarang,
memperbaiki yang belum berhasil dan meneruskan yang sudah berhasil. Jangka
pendek, menengah dan panjang
Jawaban:
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Sebaiknya perencanaan jangka waktu
yang panjang harus ada, karena harus berkesinambungan. Siapapun presidennya
perbaiki yang telah sudah dan lanjutkan yang telah berhasil. Hal-hal yang
menjadi prinsipil dan ideologi harus dikedepankan.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Dalam kebijakan jangka panjang,
pemerintah pasti membenahi dan mengevaluasi agar bangsa berkembang. Demokrasi
yang dibenahi, jangan korupsi, penegakan hukum. Pemerintah yang harus membuat
perubahan asal jangan melangkahi prisip dan ideologi bangsa. Pemerintah yang
efektif, transparan, terbuka dan masyarakat mengetahui itu semua.
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Perencanaan penting dan yang paling
penting adalah pelaksanaanya serta evaluasi/ pengawasannya.
Moderator
(Pertanyaan):
Indonesia,
kinerja pemerintah yang masih belum baik, sebagai negara hukum belum mampu
penegakan hukum secara adil, pelanggaran HAM, mafia hukum dan tajam kebawah
serta tumpul keatas. Apa gagasan kongkrit anda atas penegakan hukum tersebut?
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Inilah kelemahan
negara kita, korupsi, keadilan dan sebagainya. Ini akibat dari kebocoran hasil
alam yang besar dengan sistemik sehingga kualitas hidup tidak terjamin. Korupsi
terjadi karena pejabat negara takut miskin. Karena kualitas dan rasa takut
hingga menjadi begitu mengakibatkan pejabat negara memperkaya diri dan
membiarkan sumber daya bangsa yang banyak terkuras.
Memperbaiki,
ujung-ujungnya adalah soal hukum. Penegakan hukum, perbaiki kualitas hidup.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Lebih agresif
terhadap pemberantasan korupsi. Mulai dari pencegahan sampai pemberantasannya.
SESI
III
Moderator
Memberikan
pertanyaan sesuai tema, dengan batas waktu yang telah ditentukan.(4menit)
Pertanyaan:
Biaya demokrasi
mahal, sering akibatkan korup dalam parpol dan parlemen. Pada saat yang sama
sebagai kandidat, didukung oleh parpol akan mengalami nasib serupa.
Apa langkah
nyata, bersih, efektif dan stabil dalam rangka menghindari politik balas budi
parpol dan biaya politik?
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Inti masalah
yang dialami sekarang, tidak ada pengikut yang jelek namun pemimpinlah yang
jelek, kalau ingin bergabung maka tiada syarat merongrong APBN/ APBD. Caranya
untuk memenuhi biaya demokrasi yang mahal, kita harus moder’n dan mendukung
perjuangan partai.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Presiden
pemegang amanah langsung oleh rakyat, bukan parpol maka jangan ada bagi-bagi
kekuasaan.
Jangan
menempatkan SDM dan pejabat penting, jangan menjadi bagi-bagi kekuasaan.
Didalam
pembiayaan demokrasi mahal, pemerintah harus melakukan evaluasi kritis dalm
pemilu, maka kita sempurnakan dengan cara murah dan sederhana.
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Yang paling
penting, rombak rekrutmen parpol. Membangun koalisi yang ramping dan tidak
banyak hingga bekerja untuk rakyat. Tidak ada bagi-bagi kue. Ada kabinet gotong
royong, biaya politik transparan dan dari rakyat.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Biaya mahal,
Pilkada bisa disatukan, rekruitmen parpol dibenahi. Partai pendukung dengan
keikhlasan dengan biaya murah, kalau biaya mahal pasti ada tekanan. Bersyukur
partai tidak banyak maka tidak ada tekanan karena ikhlas. Karena keikhlasan
mendasri itu semua.
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Tradisi tidak
harus ketua umum partai ! Yang maju adalah yang terbaik, bukan ketua partai.
Moderator
(Pertanyaan kedua)
Negara Indonesia
adalah dalam Bhineka Tunggal Ika, kenyataan berkata sebaliknya, pelanggaran,
sukuisme dan merusak semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Kerangka hukum
apa yang akan dibangun untuk prinsip Bhineka Tunggal Ika?
Bhineka Tunggal
Ika, keberagaman. Melaksanakan kebersamaan.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Keyakinan
seluruh Indonesia, negeri kita yang plural menjadi satu. Kita tidak
melaksanakan ide lagi tapi dengan pelaksanaan, seperti Aceh, Poso dan lain
sebagainya adalah pelaksanaan.
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Kerangka hukum
apa yang akan dibuat dalam penjamin Bhineka Tunggal Ika, sudah jelas semuanya
dalam UU. Contoh seperti Saudara Ahok menjadi Wakil Gubernur, karena beragama
minoritas namun tetap saya tegaskan untuk tetap memajukannya.
Dalam rekrutmen
politik tetap Bhineka Tunggal Ika.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Keberagaman
adalah rahmat dan anugerah harus dijaga dengan baik. Ke-bhinekaan adalah harga
mati. Perbedaan menjadi rahmat justru memperkuat bangsa ini menjadi besar dan
unggul diabad sekarang dan mendatang.
SESI
IV
Moderator:
Kandidat lempar
pertanyaan oleh masing-masing kandidat
Pertanyaan
oleh pasangan nomor urut 1:
Seandainya jadi
presiden, tentang pemilihan kepala daerah, sekitar 500 pilkada, 50 T, tapi
kalau DPRD 15 T? Pemekaran terhadap daerah, padahal menjadi besar penganggaran
negara.
Jawaban:
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Pilkada langsung
tetap, namun perbaiki tekhnisnya dengan serentak hingga penghematan, walaupun
membutuhkan waktu transisi yang lama. Pemekaran, kalau memang sangat
benar-benar membutuhkan maka dimekarkan namun yang dimekarkan harus mandiri.
Jusuf Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Pemilu tetap
pada pelaksanaan Pilkada agar ada keseragaman hingga efesien(penghematan)
dengan memperbaiki sistem, tekhnis dan kualitasnya.
Tanggapan
Kandidat 1:
Belum
dijelaskan, kualitas efesien tadi. Seperti apa?
Pemekaran,
kriterianya masih belum jelas. Apa saja keadilan dan penghematan anggaran. Jadi
dimana hal yang menjadi tolak ukur pemekaran daerah sesuai dengan jumlah
penduduk dan luas wilayah yang tidak merata?
Jawaban kandidat 2:
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Banyak yang
harus dikalkulasi, harus ada PAD yang bisa menggerakan pemerintahan didaerah yang
baru. Pemanfaatan, apakah untuk rakyat atau pejabatnya? Luas wilayah, jumlah
penduduk. Pemekaran harus memberikan manfaat bagi masyarakat bukan keuntungan
sepihak saja.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Pemekarannya
membawa semuanya menjadi lebih baik, kalau efeknya tidak baik, maka dikembalikan
kedaerah induk karena ada aturan yang mengaturnya.
Pertanyaan
oleh nomor urut 2:
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Visi-misi;
melindungi rakyat dan hak asasi manusia seperti apa? Dan istilah tidak ada
pengikut yang salah melainkan pemimpin yang salah.
Jawaban
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
HAM adalah hak
kehidupan, saya menjadi abdi negara. Menegakan keadilan dan memberantas
kehidupan bangsa dari ancaman banyak orang.
Sebagai
prajurit, yang menilai adalah atasan kita. Saya sebagai mantan prajurit dengan
sebaik-baiknya menjalankan tugas. Saya membela HAM direpublik ini dengan tegas.
Tanggapan
kandidat 2:
Yang disampaikan
hal yang kongkrit seperti apa? Terhadap penegakan HAM, dan diskriminasi.
Kongkritnya seperti apa?
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Apakah semua
pelanggaran itu menggunakan bom, tidak semua pelanggaran dengan kekerasan. Apa
penelian atasan Bapak terhadap kinerja Bapak?
Jawaban
kandidat 1:
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Jokowi,
kongkritnya adalah pendidikan. Masalah HAM, adalah semua sektor, penegakan
hukum. Diskriminasi harus dilawan dengan pendidikan. Pak Jk kita bertanggung
jawab terhadap atasan, kalau ingin bertanya tanyakanlah kepada atasan saya.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Jangan sampai
ada diskriminatif, dalam penerapan hukum dalam negara kita.
SESI
V
Moderator:
Bagaimana
kandidat menghindari pertanyaan yang berseberangan dengan visi-misi?
Birokrasi belum
berkualitas, Pilkada langsung plus-minusnya.
Bagaimana
kongkritnya dalam visi-misinya:
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Tumpang tindih
penegakan hukum. Ada strategi dalam menangani ini, ada sektor yang menentukan
objektifitas, tentukan sasaran dan ambil langkah. Seperti ketahanan dan
swaswmbada pangan hingga mendapatkan ketenangan dan roda ekonomi berjalan
dengan baik. Pangan, energi, infrastruktur dan birokrasi yang baik.
The power of
public opinion. Kita harus ikhlas agar hambatan itu bisa diselaseikan.
Karena kita
bekerja untuk rakyat.
Hatta
Rajasa (Cawapres nomor urut 1):
Birokrasi, harus
dibenahi. Reformasinya. 1. Efektif dan efesien. 2.Upaya asas akuntabilitas
dalam kinerja. 3. Pemberantasan korupsi, 4. Aparatur harus diperbaiki dan
menghemat anggaran pengeluaran.
Komentar
kandidat 2:
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Daerah yang
tidak mengikuti pusat, dengan politik anggaran 85% anggaran daerah dari pusat
hingga kita memberikan kekuatan terhadap pempus.
Peraturan yang
tumpang tindih, harus sistem satu pintu, baik dari perda, pergub, dll. Harus
satu pintu agar seiring sejalan.
Birokrasi, optimistis,
karena SDM nya bagus semua. Harus membangun sistem yang baik. Sistem “e” electronics.
Agar layanan menjadi mudah. Kulaitas birokrasi harus ada rekruitment yang baik
yang penting ada niat.
Jusuf
Kalla (Cawapres nomor urut 2):
Tambahkan bahwa
tugas pemimpin meyakinkan bawahannya. Jangan menyalahakan daerah tapi salahkan
negara. Daerah dapat mandiri, partai ketaatan menjadi ketaatan kedua setelah
negara. Bertanggung jawab pemimpin harus ada agar sistimatis. Kita ada
instrumen, pengawas, pemberantasan, dll. Kalau lembaga-lembaga banyak maka
harus dirubah dan meperkuat daerah pusat jangan terlalu banyak.
SESI
VI
Pernyataan
Penutup
Sebagai
pernyataan penutup, kami minta anda meyakinkan rakyat Indonesia, bahwa dibawah
Kepemimpinan anda akan menjadikan Bangsa lebih baik lagi, dalam birokrasi,
penegakan hukum dan birokrasi
Joko
Widodo (Capres nomor urut 2)
Pengalaman yang
telah dilakukan dan buktikan, apabila rakyat memberikan amanah maka birokrasi
dibenahi, kepastian hukum dan pemerintah yang bersih akan dilakukan.
Diaharapkan
Pilpres akan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Dalam rangka
mendedikasikan untuk bangsa dan negara kami ucapkan terimakasih.
Prabowo
Subianto (Capres nomor urut 1):
Tujuan kita
bernegara dan merdeka adalah untuk keadilan dan kemakmuran, kalau kekayaan kita
bocor keluar dan birokrasi yang buruk maka akan sangat sulit memberikan
kesejahteraan. Demokrasi harus yang lebih baik lagi.
Dengan
menyelamatkan kekayaan negara kita yakin akan memilki masa depan yang lebih
baik dengan pemerintahan yang bersih dan kehendak politik yang baik. Dengan
demikian Prabowo-Hatta yakin dengan komitmen yang kuat maka kita yakin akan
menjadi bangsa yang besar bagi negara lain. Sejahtera cukup sandang, pangan dan
papan. Berdiri dengan kaki sendiri dan rakyat tenang dengan masa depannya.
Moderator:
Zainal Arifin Mochtar
Notulis:
AdriyusMardi
Nb:
Masih belum
sempurna, mohon diperbaiki mohon maaf atas kekurangan dalam penulisan, masih
dalam proses belajar.

CONVERSATION