‘Ummi,
beberapa hari yang lalu tepat hari kelahiranmu yang kesekian kalinya, lantaran
di dalam keluarga kita jarang dalam perayaan hari spesial tersebut maka aku
pernah sarankan kepada kakak tertua Dahlinar agar kita seluruh keluarga besar
memperingati hari lahir dengan acara do’a bersama dan arisan kecil-kecilan
iuran untuk memberikan beberapa hadiah kecil baik yang tua maupun yang sangat
muda. Namun usulan tersebut masih belum teralisasi dalam tindakan, minimal kita
telah merencanakan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terlaksanakan
keluarga masih lengkap kap kap sayang sekali tidak ada acara ngmpul-ngumpul
minimal satu bulan sekali, mumpung juga anggota keluarga belum ada yang tinggal
jauh dari desa kelahiran Balai Pungut.
‘Ummi
seberapa pun usiamu kini, ananda tidak pernah memandang yang dulu muda dan
sekarang tua, namun yang diketahui adalah ‘Ummi adalah sosok seorang Ibu yang
dari dulu daku sebagai anak hingga saat sekarang merasakan tiada bedanya. Sebagai
seorang Ibu tentunya bukanlah mudah dalam menjalankannya, terkadang firasat,
perhatian, dan kasih sayang melebihi dari siapapun. Terkadang dulu kami sebagai
anak sering membuat sedih, marah dan bahkan kecewa, sementara sekarang apa yang
bisa kami berikan belumlah ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbananmu
sebagai seorang Ibu, izinkan kami sebagai anak ini terutama ananda sujud syukur
kepada Allah SWT yang telah menurunkan malaikat di bumi ini yang telah
melahirkan dan membesarkan kami penuh dengan kasih sayang. Dan izinkan ananda
minimal tidak membuatmu kecewa lagi, walau untuk membahagiakanmu ananda sangat
jauh dari harapan sebagai anak yang membahagiakan orang tua. Selamt milad buat ‘Ummi
Misnah, kami semua menyayangimu..


CONVERSATION