Hujan Pertama Pare
Hampir langkah tertahan dengan merasakan tetasan hujan menggunakan telapak tangan dilantai atas, taburan debu oleh sentuhan tetasan berkah itu bagai sorak sorai tepuk tangan haru oleh bumi, yang haus akan lelahnya ditapaki oleh berbagai insan yang ada dipermukaannya.
Sendal jepit tetap digesekkan di kelembabam bumi yang baru saja dapat penyejuk dari langit, dengan badan menampung beberapa tetes rintik, namun langkah semakin dipergegas untuk mengejar kelas yang sebenarnya tidak akan kemana-mana namun waktulah yang berlari tanpa henti meskipun kita meminta dengan berlutut untuk jeda sejenak.
Waktu seolah abaikan pinta, dengan bergegas penuh konsisiten melalui jarum jam dan putaran galaksi yang namanya bumi mengelilingi sang surya, berhentilah sejenak untuk menggunakan jeda dengan menghela nafas, karena lelah jalananan ini obatnya adalah singgah diperhentian yang akan memberikan kembali langkah yang akan tertunda sebelumnya.
Sudahlah, waktu tidak akan pedulikan pinta jeda kita, keterlambatan ini harus dikejar, waktu terbuang itu tidak bisa didaur ulang melainkan hanya bisa digoreskan pada tinta kenangan untuk kelak menghargai waktu.
Hal yang pernah ditinggalkan akan meninggalkan bekas yang laun lambat akan tergerus jua oleh waktu bak lembabnya jalanan Pare pagi ini yang meredam sedikit sorak sorai debu.
Mempunyai sapa ala jawa, siap senyum penuh ramah tamah ciri tanah jawa menunjuk bukan hanya dengan telunjuk tetapi dengan arah yang tuntas. Begitulah ciri masyarakat disini, Pakde, Bukde, Mas dan Mbak adalah sapaan akrab masyarakat disini.
Makanan yang penuh dengan sajian, prasmanan yang murah meriah sesuai dengan kantong anak kost menjadikan betah berlama-lama di warung hanya untuk memilih serba-serbi menu yang terhidang dimeja makan.
Dengan jejeran lembaga kursus, Kampung Inggris menjadi primadona untuk memburu fasih dalam berbagai bahasa khususnya Inggris, memilih dengan penuh keyakinan walaupun sebelumnya mengalami kebingungan pada dasarnya metode atau fasilitas adalah bagian kecil dari proses yang akan dilalui seseorang dalam menuntut ilmu, jadi meski didasri niat yang utama.
Memiliki teman camp yang setiap masa akan berganti, bisa dalam sebulan, seminggu, dan sehari semua adalah untuk mempererat slaturrahmi karena bahasa adalah interaksi, bagaimana mungkin diam adalah sebuah interaksi sementara bahasa adalah “learning by doing” tentunya ucapan adalah pelajaran yang akan menjadi ilmu.
Pare kampung Inggris adalah hujan yang melepas dahaga bagi kehausan bahasa anak bangsa di negeri ini, dengan berbagai latarbelakang dan daerah mendatangi Pare Kampung Inggris ini hanya untuk bisa “Berbahasa”

CONVERSATION