Kampung
Inggris Pare memang menyesatkan, ribuan pencari oase kehausan ilmu berlalu-lalang disini, sesat untuk menuju arah
pulangnya dibutakan oleh segerombolan orang gila yang berbicara tanpa malu
dikhalayak ramai. Jebakan-jebakan semakin menarik sedemikian rupa, kehausan bak
meminum air laut yang semakin banyak merasa kurang.
Terbentang
luas hidangan ilmu disini, mulai dari kering kerontang hingga banjir ilmu bisa
dijumpai disini, gesekan alas kaki mulai mampu menterjemahkan lingkungan “ooh..
ternyata ini..”, “oh.. ternyata itu toh..”
Gilanya
kelas tanpa kelas, tidak pernah masuk kedalam kelas tapi berkelas, duh.. memang
membingungkan, spech bahasa salah, toh
“bahasa” adalah Indonesian Language, right? Kenapa bahasa Indonesia itu diadopsi dari bahasa Melayu
karena “lingua franca” bahasa yang mudah dimengerti oleh nyawa dari sabang sampai
merauke.
Tommorrow itu “r” nya double atau “l”
yang double? Atau place itu pakai a
diatara p dan l nya menjadi palace? Daaan
sebagainya, Ini memang sesat, sangat sesat mengapa seperti membaca mantera
seolah akan menyadarkan kita sekarang sedang kesurupan. Lagi-lagi gesekkan
sendal jepit menterjemahkan yang akan semakin panjang “ooooh...” nya.
Direhab
tiga ini, bersua dengan muka yang tak asing dikelas sebelumnya, pengajar yang
sudah sangat tidak asing juga. Yang sambil menepuk dada kiri “proud of Java” nya Nila, “merobek
dada kiri dengan cutter”nya Rischa, nb: jangan lupa yaa. “horas!” Medan nya
Anwar yang saya kenal Mak Beti darinya bahkan Mael Lee pun mampu membasahkan
tulang kering Kau? Mak Jang memang preman terkuat dimuka bumi itu orang tau
klen? Ketua yang ditunjuk secara de facto dan de jure Yang Mulia
Dipertuan Agung Mr Pais Ahyat, karena mampu berpoligami dengan baik dikelas
sebelumnya sementara saya mengibarkan bendera putih sebelum genap 1 minggu
dikelas A. “ngegas” nya Roro tapi sering “ ’aaaaa...” manjahnya dan Manisnya
Zira dengan ngingatin Sholat/ pulang sertaaa “as we know” dalam spech-nya. “actually” semuanya
manis kok, buktinya binatang yang dipanggil “kampret” terus mengerumuni kita
setiap dalam belajar, tapi saat direhab 3 pulak kan datangnya? memang kamprettt,
mintak retakkan ginjalnya juga itu binatang.
Papan
tulis ada “reserved” tetap untuk didepannya
setiap saat oleh Lilis Kurnia, yang tekun belajar walaupun “Aku ora ngerti e”
disamping selalu ada Mbaknya yang menyebutku “wise” sesama berasal dari Jambi, daerah Gubernur ganteng yang
sayang sekarang berbaju orange. My fucker
friend, again again and again
(untuk memperpanjang durasi speaking) mengambil motivasi sendal seolah riview sendal untuk dimakan seperti
pizza wkwkwk... jari tengahnya diamakan ya dan move on dari “Jojo is
my ex..”. Sani, K-Poper, semoga bisa mengajarkan dudu du nya Black
Pink kepada Kita semua, amankan lombok dan rinaji untuk bisa didaki tahun depan
ya.
Tutor?
Wow wow wow.. sendal jepit lain sebelah itu kamuflase, berbagi kopi itu adalah
indah disaat ingat pulau kapuk, sarjana pertanian itu pengetahuannya luas, tahu
‘nggak guys? Daan buah strowberry itu adalah simbol cinta dari tutor yang
senama dengan Saya, tapi bedanya.. (isi sesuai hati nurani) :D Miss Milla,
dalam kegelapan senja Kau mengajarkan kami hanya bersuluh flash smartphone, salute my tutor!
The conclution is, thats all from me,
finally adalah penutup yang indah diajarkan dalam kesesatan ini, pada
dasarnya kita tidak pernah menemukan jalan pulang dalam kesesatan mencari oase
ilmu di gurun pasir.
Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa berbagi kopi
Sampai jumpa ya
Semoga bersua lagi.
Kalau ada jarum yang patah
Janganlah digunakan lagi
Kalau ada tindak ucap saya yang salah
Mohon maaf sepenuh hati.

CONVERSATION