23:38pm
14/06/2014
#belumtidur01
PERMULAAN
Serangkaian
rasa, tawa, suka, duka dan bahkan kata yang tiada makna akan Saya coba tuangkan
dalam tulisan ini, yang bertajuk #belumtidur. Karena mengusik fikiran nan tiada
hentinya berfikir terhadap apa yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga tulisan ini berkesinambungan keberlansungnya agar dapat dibaca dan
diingat.
Perjalanan
mendapatkan gelar sarjana tidak segampang apa yang kita fikirkan, banyak
tantangan, baik internal maupun eksternal. Yang tak kalah menjadi kendala besar
adalah faktor internal dalam diri kita, kemalasan melanda, sakit, dan
sebagainya yang pasti sudah barang tentu hal yang dijumpai bagi mahasiswa
penulisan tugas akhir.
Perjalanan
menuju Bengkalis ini, dekat sepintas menurut pemikiran kita, karena masih
Kabupatennya Mandau dan Pinggir, namun siapa menduga keberadaan pusat
Pemerintahan ini berada disuatu Pulau kecil yang namanya Bengkalis. Ratusan
kilometer ditempuh, baik dari Pekanbaru, maupun dari kampung halamanku Balai
Pungut, dengan menggunakan jasa penyeberangan kapal roro(rol on rol off)
Petualangan
mencari data skripsipun dimulai, dengan berbekal bla bla bla bla(tidak bisa
disebutkan satu per satu) namun Saya akui masih banyak kekurangan dari “bekal”
yang Saya bawa kesini, termasuk ilmu pengetahuan itu sendiri yang masih merasa
lemah. Secara otomatis kita sudah diajarkan tentang “lapangan” sesungguhnya
ilmu pemerintahan itu sendiri, birokrasinya, pemerintahnya serta tingkah laku
birokratnya pun kita mengetahui dan itu semua akan menjadi pelajaran yang
sangat berharga dari pada 100 teori politik yang kita kuasai.
Apa suka dan
dukanya? Ya, cukup si suka dan si duka lah yang mengetahuinya hehehe..
Lantaran ini
merupakan jalan yang mesti Saya tempuh dan kebanyakan orang juga merasakan hal
yang sama dalam hal ini, perjuangan perjuangan dan perjuangan adalah kata dari
rute jalan yang sedang Saya tempuh sekarang. Semenjelang lengah dengan waktu
lamaaaaaanya data diperoleh, Saya menghabiskan waktu di Perpustakaan Daerah
Kabupaten Bengkalis, namanya juga “menghabiskan waktu” bukan menghabiskan buku
dengan bacaan, hehehe ya sesekali Saya membaca dan sekedar numpang ngadem
saja disana.
Sahabat Saya
Reno Efaldi, yang sudi menjadi teman yang baik dalam memberikan arah jalan,
terutama arah jalan kerumahnya karena kedua orang tuanya, Pak De dan Buk De
akan menyambut dengan hangat kedatangan Saya dan hidangan makan malam pun sudah
tersedia menanti menyambut perut keroncongan ini, hehehe.. Terimakasih dan
salam hormat buat Keluarga dan Sahabat Saya Reno Efaldi S.IP. Bang Ade, Pemuda
asli Balai Pungut lulusan IPDN menjadi lurah di Kelurahan Rimba Sekampung
Kecamatan Bengkalis, yang turut memberikan Saya tumpangan dan traktiran makan
selaam disini. Masih banyak cerita dinegeri Junjungan ini rasanya belum mampu
Saya tuangkan kedalam kata yang tak beraturan ini, namun ini adalah hal yang
terpintas dalam fikiran yang mesti Saya tuangkan.
Semangat,
berjuang, yakin usaha sampai...
Ingin menepis
kegamangan perjalanan ini, karena ini adalah langkah yang harus Saya lalui.
“Tidak penting
seberapa lambat anda berjalan, selama Anda tidak berhenti” Confusius

CONVERSATION