image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

Jerawat Rindu

Kabar tak lagi tertanya, lalu lalang sambil memandang kadang berpaling. duhai angin malam ini, sejuk menyentuh kalbu menghisap uap lalu menghamburkan hujan di bumi yang sedang dahaga dan rindu melanda ini.
pesan ingin disampaikan melewati intipan mata sebelah, apa kabarnya di sana?
masa berlalu, benda langit mengitari tatasurya dengan sendirinya beberapa musim terlewati, hingga mata keduanya tertuju menyaksikan betapa banyaknya berubah, terutama sang pujangga menganggap jerawat sebagai rindu yang tertahan.
bermashab terhadap pujangga memang rindu tertahan dan menimbulkan berbagai tonjolan dipermukaan hati yang mungkin nampak dipermukaan.
tetesan air yang terdiri dari titik kecil dari langit pada malam hari sudah tidak lagi menyejukan tubuh, ia hanya singgah di dedaunan.

Share this:

CONVERSATION