image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

Politik-Politikan

Tahun ini menjadi ajang adu kuat dalam menentukan pemimpin negeri yang berjuluk bumi melayu, mengemukakan program dan tebar muka sana-sini menjadi pemandangan pokok sehari-hari, koalisi silang-saling duduk sana-sini dalam menentukan finalisasi posisi dan porsi yang akan diberi.
Tahun politik dinegeri ini adalah dentuman lima tahunan sekali terjadi, gegap gempita para penikmat kuasa menghampiri massa yang sudah lama tidak bersua, menampakkan muka menyambung silaturrahmi katanya. Sah-sah saja dalam peranan politik dijalankan, sebagai sosialisasi dalam memberikan tawaran dan menawarkan diri kepada khalayak menjadi suatu keharusan dalam politik demokrasi yang bukan politik monarki, kesemua jabatan akan diberi asal keturunan darah dimiliki.
Ruang publik seakan menjadi media obrolan politik nan asyik, warung kopi mulai dari politisi bahkan politisi-politisian yang memberikan pandangan, menyemarakkan pesta demokrasi dalam beragumtasi seolah ini hanya permainan dan seni bagaimana mendapatkan keuntungan dengan meraup suara dan mendapatkan kedudukan.
Selera masayarakat diuji dalam kontestasi pelaksanaan yang katanya dari, untuk dan oleh rakyat ini. Penyedia selera harus banyak menghidangkan dengan dinamis sesuai dengan konstituen yang akan didatangi dengan mengedepankan asas kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi yang bahkan kadang harus melepaskan ego pribadi demi kepentingan khalayak banyak.
Warna-warni simbol berayun-ayun sesuai dengan musim yang sedang sekarang kita lalui, manakar kekuatan menghadapi 2019 menjadi prioritas karena kedudukan kepala negeri ini ditentukan dari coblosan paku rakyat dalam bilik suara di kertas suara; warna, nama, gaya bahkan harga dalam suatu pilihan menjadi hal yang sangat berpengaruh.
Politik ini seolah bagaimana mewujudkan kehendak mendapatkan harapan banyak orang untuk memperelok nasib negeri, jangan dijadikan ajang adu kuasa dengan kekuasaan dan meraup keuntungan golongan, hingga rakyat yang menjadi tuan pada demokrasi ini terabaikan.
Adriyus Mardi

Share this:

CONVERSATION