Salam rindu ini aku sampaikan kepada
malaikatku yang hanya berada ratusan mdpl di bumi, sedang mendoakan anakanya
yang sudah menaklukan puncak jawa 3767 mdpl.
Rindu ini aku titipkan untukmu yang
memeluk dengan tangis melepas kepergian anaknya untuk belajar dalam perjalanan,
menembus jarak jalanan ibukota dan hutan, mengenal dan menyebar sapa serta
senyum kepada orang asing, betapa rendahnya rindu ini saat dipuncak karena
hanya kebawah kita melihat siapa yang kita ingat dan rindukan.
Jalanan ini masih tertatih layaknya
semasa kecil perlu dibimbing dengan do’a, jalan bebatuan mengajarkan kita putus
asa itu ada disetiap langkah tapi semangat pantang menyerah itu ada pada setiap
hela nafas.
Do’amu begitu dekat, bagai berbisik
di telingaku wahai malaikatku. Rantau ini terasa dekat, dekap tubuhmu begitu
terasa, bumi yang sama begitu sempit dan waktu yang berjalan pun begitu singkat
bahkan puncak ini pun terasa rendah oleh rinduku padamu.
Aku dedikasikan curahan rindu ini
untuk Apa/Apak/Ummi/Amak yang aku sayangi, sehat selalu disana, tunggu sebuah
harapan yang akan membuatmu bangga pada anak yang sedang dirantau ini.

CONVERSATION