Fenomena kesalahakaprahan terhadap
beberapa pandangan politik terutama pada saat momen-momen politik pemilihan
umum. Peran mahasiswa tentunya bukan saja pada konteks srberapa hebat kandidat
yang mengungguli jumlah perolehan suara.
Kesukarelaan dalam setiap
pergerakan dan kerja sosialnya maka akan menjadi sebuah tolak ukur seperti apa
militansinya terhadap apa yang seharusnya dilakukan, Namaun ada beberapa hal
yang menjadi perhatian dari kesukarelaan mahasiswa tersebut untuk melakukan
kerja sosialnya terutama kepercayaan terhadap yang mengajak atau institusi yang
mengajak.
Edukasi politik didalam
penyelengaraan pemilu banyak yang menyalahkan sesuatu yang tidak seharusnya
terjadi. Masyarakat, pesrta pemilu bahkan mahasiswa pun terkadang mendapatkan
mental yang materilistis. Sah-sah saja pada konteks penunjang kehidupan
perekonomian hidup namun bukan itu skala prioritas lantas menggadaikan segala
aspek ilmu pengetahuan dan kemerdekaan bersuara bagi kaum intelektual.
Setiap kandidat pemilu yang datang
kesuatu daerah yang tidak memberikan sumbangan maka adianggap pelit dan tidak
memeprhatikan masyarakat nya, padahal ini adalah suatu bentuk awal/bibit
korupsi itu dilakukan, jelas saja kandidiat yang belum ada apa-apa dan tiada modal apa-apa akan
mencari sumber anggaran lain dari pencalonan alih-alih akan korup nantinya
kalau sudah menjabat

CONVERSATION