Pemula dari tiap kata dalam tulisan ini gampang saja siapa dia,
bagaimana dia dipandangan dan apa perasaan ini terhadapnya, namun tidak semua
rumus sesederhana itu saja sama halnya dengan tidak setiap rumusan matematika
bisa disederhanakan menjadi rumus “sapujagat”..
Serta tidak semudah rumusan masalah yang akan terjawab dengan teori
seperti halnya dalam karya-karya ilmiah..
Juga tak semudah lembutnya lidah berkata mengumbar-umbar pujian
dihadapan perempuan yang membuat kemerahan berona diwajahnya dan menjadi
tersipu malu..
Ketika seorang telah memberikan perhatian dan kemauan kita serta
menceritakan semua baik dari hal kecil sampai besarnya dari hal yang tidak
ingin kita dengarkan bahkan muak sampai kepada cita-cita dan harapanya kedepan
tak luput satu kekurangan pun dalam perencanaanya “nanti kalau sudah bersama..”
Kesederhanaan, ketangguhan, kesiapan menghadapi hidup melebihi usia
yang tua darinya, begitu juga perjalanan sudah melampaui jalannya menapaki
hidup, air matanya mengalir deras menatap masa lalunya, namun itu semua
tertutup oleh setiap senyum tulus yang berasal dari bibirnya..
Begitu susah, ya begitulah susah dan senang yang akan diperoleh
nantinya setelah melaluinya karena ini adalah bagian dari perjalan hidupku yang
mesti dilalui bukan persoalan susah atau senangnya.. Karena ini adalah
pengorbanan dan perjuangan sama halnya dengan perjuangan hidup kebanyakan, dia
begitu menginspirasi.
Jadi, tidak perlu dikatakan siapa dia, karena dia pasti ada..
Tidak perlu dilihatkan, karena dia selalu terlihat..
Dan tidak perlu disampaikan rasa,karena selalu terasa dihati..
Aku begitu malu, sangat malu mengakuinya. Karena aku hanya
memilikinya baru sebatas hubungan teman spesial, belum hubungan seumur hidup..

CONVERSATION