image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

Berada Di Bukit Tak Berangin


Dibawah keteduhan pohon mangga meneduhkan fikiran panasku bahwa ada suara masuk dan menaruh harap lebih akan mengubah nasibnya, yang keseharian waktu belakangan acap kali mendengar keluh kesah dan harapan dari berbagai macam bentuk karakter orang. “Aku mengaharapkan A sampai Z terhadapmu”, harapan yang datang dan tak lupa penutup “jika suatu ketika sudah berada disana, jangan lupa !”.
Seolah ini bagaikan kepentingan individual nan ego, ketika aku masih belum mampu mewujudkan keinginan tersebut dalam kehidupan sehari-hari pada diriku sendiri, kesal marah dalam hati namun harus berpura-pura senyum kita mampu mewujudknnya dalam kebersamaan, memang bisa namun siapa yang tahu kita mampu?
Sebelum menjadi pembicara yang baik hal yang tak kalah penting adalah menjadi pendengar terbaik dari pembicaraan orang lain. Seolah senada darisetiap sudut-sudut tepian ingin begini-begitu dengan egonya masing-masing ada yang di datangi dan ada yang mendatangi.

Kecil, mudah dan bisa jika mau itulah harapan mereka untuk diwujudkan tanggapanku singkat secara seketika. Jika sudah berada di atas sana, akan senang tanpa resiko seolah tak ada badai bahkan angin pun tak ada hanya murni udara segar yang di dapat, jangan lupa. Aku sadar di keteduhan ini bersama beberapa orang mengadukan nasib anak dan kelurganya yang kita anggap ego tersebut adalah bagian dari masyarakat, mereka senada, seirama dan senasib mengadukan harapanya pada orang yang akan berada di atas suatu saat nanti. 

Share this:

CONVERSATION