image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA


#belumtidur
Quo vadis Ilmu Pemerintahan?
Rabu, 23 Juli 2014
Sepanjang sore kemarin bertukar fikiran lah antara beberapa alumni dan mahasiswa terhadap gelar kesarjanaan/akademik Ilmu Pemerintahan.
Terbukanya perdebaatan ini berawal dari selesainya ujian skripsi Rian Hidayatullah(IP2010) yang dikabarkan akan menyandang gelar Sarjana Sosial(S.Sos) yang semula dirubah pada tahun 2003 menjadi Sarjana Ilmu Politik(S.IP),  walaupun media komunikasinya hanya melalui BBM Group, namun cukup menarik, lantaran pembahasannya adalah gelar kesarjanaan dari lulusan Ilmu Pemerintahahn Universitas Riau. Tentu saja tidak ramai yang nimbrung kesana dibandingkan dari jumlah mahasiswa IP ratusan jumlahnya serta alumninya pun sudah ramai karena keterbatasan media sosial tersebut.

Penulis dalam hal ini ingin memberikan pandangan terhadap perdiskusian kala sore itu. Bahwa bukan gelar kesarjanaan/ akademik yang menjadi suatu persoalan, akan tetapi adalah kemudian tantangan dari lulusan IP ini yang akan bersaing lagi kedalam dunia  pekerjaan, karena tiadanya “wadah” yang tersedia. Wajar saja jikalau mengundang banyak kalangan dan alumni angkat bicara dari gelar ini, karena ini juga buah lelah dari para senior yang telah memperjuangkan gelar kesarjanaan dari S.Sos menjadi S.IP yang bertujuan mempermudah lulusan IP dalam melamar  pekerjaan.

Referensi yang penulis angkat kedalam tulisan ini masih minim dari data, tapi ada beberapa data yang akan menjadi “tambahan” agar kita keluar dari kegalauan mau dibawa kemana Ilmu Pemerintahan ini?
Berikut sebagai contoh nama perguruan tinggi, jurusan serta gelar akademiknya berdasarkan jurusan Ilmu Pemerintah dan Ilmu Politik

No
Perguruan Tinggi
Jurusan
Gelar Akademik
1
Universitas Riau
Ilmu Pemerintahan
Sarjana Ilmu Politik (S.IP)
2
Universitas Indonesia
Ilmu Politik
Sarjana Sosial (S.Sos)
3
Univ. Muhammadiyah Malang
Ilmu Pemerintahan
Sarjana Ilmu Politik (S.IP)
4
Univ. Airlangga
Ilmu Politik
Sarjana Ilmu Politik (S.IP)
5
Univ. Sumatera Utara
Ilmu Politik
Sarjana Sosial (S.Sos)
6
IAIN Sunan Ampel
Politik Islam
Sarjana Sosial (S.Sos)
7
Univ Islam Riau
Ilmu Pemerintahan
Sarjana Sosial (S.Sos)


Begitu lengkap bukan? Semakin banyak referensi jadinya. Namun semakin faham atau semakin bingung?. Ada jurusan Ilmu Pemerintahan menggunakan gelar akademik S.IP ada juga S.Sos begitu juga dengan jurusan Ilmu Politik ada yang menggunakan S.IP dan S.Sos. Tidak adanya keseragaman.
Lebih lengkap lagi kalau kita juga mengalihkan sedikit perhatian kepada kampus pencetak abdi negara yang siap pakai lulusannya oleh pemerintah.
IPDN adalah gabungan dari IIP dan STPDN sebelumnya, penggabungan tersebut karena “sambutan” yang memeteskan air mata dan darah oleh para seniornya yang ada disana
Berikut Fakultas dan nama Jurusan yang ada di IPDN
Fakultas Politik Pemerintahan yang terdiri dari 2 (dua) jurusan:
1.      Jurusan Kebijakan Pemerintahan
2.      Jurusan Pemberdayaan Masyarakat
Fakultas Manajemen Pemerintahan yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu :
1.      Jurusan Manajemen Sumber Daya  Aparatur
2.      Jurusan Manajemen Pembangunan
3.      Jurusan Manajemen  Keuangan Daerah
4.      Jurusan Manajemen Kependudukan
Yang kesemuanya itu bergelar akademik:
S.STP = Sarjana Sekolah Tinggi Pemerintahan (D4)

Terkait mengenai gelar dan jurusan serta lapangan pekerjaan, yang menjadi kegalauan/ kebingungan kita bersama dalam menjalani kehidupan di dunia IP ini mudah-mudahan kedepan ada sebuah regulasi baku terutama para lulusan IP berkiprah didunia pekerjaan dibidang pemerintah.
Mengenai gelar akademik tetap bisa dipertahankan atau dirubah, tentunya ada dirapat senat Universitas merumuskan hal tersebut.
Yang menjadi perhatian dari gelar akademik ini, bukan hanya sekedar gelar dinama belakang kita, atau gengsi-gengsian mana yang lebih kren didengar dan tulis akan tetapi adalah lirikan dunia pekerjaan baik negeri maupun swasta terhadap tolak ukur jurusan kelulusan kita. Ada perusahaan yang menerima satu gelar saja padahal jurusan berbeda, ada juga yang menolak lulusan jurusan yang sama tapi karena gelar akademiknya berbeda. Begitu juga dipemerintahan, baik honorer maupun PNS.

Semoga menambah wawasan bersama dan mohon penyempurnaan dari kekurangan isi dari tulisan ini

A d r i y u s

Share this:

CONVERSATION