image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

#pesandaridesa

Sebuah ungkapan kecil baik tersirat maupun tidak dari alam dan kutipan tetua serta sahabat J
Berayun-ayun dibawah pokok yang tak Ku kenal apa jenisnya, dikala siang menjelang terik muncul dari langit, seolah matahari tertahan sinarnya dari beberapa pokok tanaman yang menjadi tempat naungan buayaian itu berada serta dibelakang ada sebatang pokok kelapa yang sesekali aku menoleh keatasnya manakala ada buah yang jatuh dan membahayakan diri berada disana, tapi sangat pas letak papan panjang yang sedemekian rupa dibuat oleh Abangku untuk tempat beristirahat sekejap dengan kenyamanan tanpa menghiraukan lagi gangguan pepohonan yang membahayakan diri.
Ayun ayun dan berayun manakala tak bisa lagi tertahan apa yang akan menjai buah fikir yang kubawa dari Kota tempatku menimba ilmu, pendidikan tinggi masih menjadi suatu kebanggaan dan kesuksesan bagi seorang orang tua dan anaklah yang memegang amanah agar terwujud hal tersebut.
Chevy puck up ada pemandangan sebelah kiriku, berwarna merah maron nan sudah pudar dan beberapa bagian yang sudah kropos dahulu dibeli semasa tahun 90-an menjadi kebanggan keluarga baik ingin berpergian maupun digunakan untuk keperluan di kebun. Beberapa masa sudah dilalui, terbukti dengan menurunya permukaan tanah ditetepian tiang rumah dan papan-papan rumah pun sudah menunjukan rentanya meski polesan cat menutupinya dengan indah namun secara kasat sudah mulai lapuk dimakan rayap.
Pohon nan rindang di depan rumah juga menyumbangkan kesejukan dan dedaunan yang menjadi pekerjaan halaman rumah untuk disapu beberapa hari sekali agar tumpukan daun tersebut tidak menjadi sampah. Pokok manggis tersebut semasa kecil menjadi tempat rebutan ingin memanjatnya sema kecilku ketika buahnya sudah mulai masak, namun ayunanku mengabaikan hal tersebut sejenak mengingat semasa kecilku berada diatas sana, betapa tingginya ternyata pokok yang saat memanjatnya pakai rebutan dan buah-buah manggis kemudian dijatuhkan, betapa tingginya harapanku dulu dan betapa rendahnya diriku sekarang dari pokok buah manggis yang sidah rindang sedari dulu masa kecilku.
Ayunanku mengabaikan jatuhnya beberapa buah manggis dari atas dan seolah menjadi “sajadah” pengingat masa lalu dan tempatku berdo’a agar dikemudian hari mampu merubah apa yang sudah mulai usang tampak dimata sekarang menjadi lebih baik lagi nanti, ya Aku sudah melakukanya, dalam hati dan dalam tulisan ini. Nyata bagiku, tersenyum optimis melangkah mewujudkannya itu.

Balapungut, 22 Desember 2014

Share this:

CONVERSATION