Studi
Keluar Negeri
8
Desember 2014 bertepatan di aula rektorat Unri diadakanya sebuah seminar dan
sosialisasi perguruan tinggi luar negeri oleh salah satu Institusi luar negeri
yang bekerjasama dengan KUI(Kantor Urusan Internasional) Universitas Riau, mengajak
seorang teman yang masih sibuk mengurusi perkuliahan dan persyaratan ujian skripsi
bersama-sama Rio Pinda S, yang semula saya di informasikan oleh pacar, Tiara
Syauqi yang memberikan info dan daftarkan via online sebelumnya.
Dari
kampus Fisip kami pun menuju lantai IV Rektorat, dengan disiplin datang pada
pukul 9 pagi(sesuai dengan info) dan ternyata di undur selama 1 jam lebih,
akhirnya kami menunggu dan mengurusi beberapa hal sekedar bertanya-tanya
mumpung masih di rekotrat katanya.
Akhirnya
acara yang ditunggu dimulai dan pembagaian snack
pun didapatkan sebagai latar belakang utama mau menghadiri acara tersebut. Bla
bla bla penyampaian pemateri dari luar kota tersebut sangat bagus intinya ada
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan(LPDP) yang dikelola oleh 3 Kementerian (Kemenkeu,
Kemendik Dan Kemenag) namun yang lebih dominan adalah kementerian keuangan
karena ada anggaran tersendri yang khusus di hibahkan kedalam bantuan
pendidikan tersebut untuk bersekolah keluar negeri. Khususnya Negara Australia
yang menjadi fokus sosialisasi dari pemateri tersebut, sepanjang materi
disampaikan pun kami “berseminar” berdua dibelakang.
Bermodalkan
semester yang jumlahnya belasan dan Toefl belum lulus, bak opera dadakan yang
ada di dalam ruangan tersebut, penonton dan pelakonnya ya kami berdua saja. Sembari
berbisik-bisik “gayaaa mau kuliah di luar negeri, toefl aja belum lulus” hahaha..
Apa lagi
ada istilah “fresh graduated” ntah iya begitu tulisannya ntah tidak yang jelas
lulusan terbaik dengan IPK 3,5 sekian-sekian dan kemampuan plus-plus
lainnya.haha makin gigit jari lah awak, sembari berlakon opera tersebut kami
pun menganggapnya angin lalu, tapi minimal ada pengalaman dan dapat selembaran
info kampus dan lembaga tersebut, kita patah semangat? Oh nooo.. nasib siapa
yang bisa jamin, mana tau mana tau kan?
Makanya
saya terniat menuliskan ini, untuk mengenang perjuangan bersama sahabat saya
Rio Pinda yang bermarga Saragi tersebut, mudah-mudahan menjadi bahan bacaan di
kemudian hari..


CONVERSATION