image1 image2 image3

HELLO I'M. ADRIYUS|WELCOME TO MY PERSONAL WEB|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|KONSULTAN PENGEMBANGAN DESA

Save up

Curahan hati biaya hidup
Dengan berbagai pertimbangan sisa lembaran kertas bermata uang Rupiah tersebut seakan berbolak balik memutar fikiran “mau diapakan ini” agar tetap bertahan dan dikeluarkan sedikit-sedikit saja.
Sebenarnya sama saja, mau banyak dan sedikit tetaplah menjadi biaya hidup. Biaya untuk menghidupi diriku di rantau ini. Lembaran-lembaran bahkan recehpun begitu berarti dikala susah begini, mungkin kesususahan akan mengingat hal kecil bahkan “receh” dengan pandangan sepele terhadapnya akan sangat berarti.
Kalkulasi pengeluaran sesuai dengan kebutuhan lengkap primer dan skundernya, antara lapar perut dan lapar mata menjadi berbagai variabel yang patut dipertimbangkan secara matang.

Gambaran estimasi biaya hidup banyak dan pasca-banyak uang setiap harinya (dengan pengeluaran pasti) setiap hari :
Sarapan “lotek ajo” saja menggunakan uang belasan ribu rupiah, teh manis, lotek+telor rebus dan beberapa gorengan sekitar Rp. 15.000,-
Sementara kalau pasca-banyak uang Rp. 15.000,- bisa digunakan membeli sekotak teh celup dan gula dan tahan digunakan untuk sarapan dan nge-teh selama seminggu lebih.
Makan siang, belasan ribu bahkan sampai puluhan ribu, dengan menggunakan penghematan pasca-banyak uang bisa menjadi 2(dua) kali makan dalam sehari semalam.
Dengan sekali makan malam diperkiran diperkirakan Rp. 15.000- Rp 20.000, maka sekali makan saja akan bisa menjadi dua kali makan kalau dihemat, diperkirakan saja harga terendah makan siang/ malam dengan harga Rp. 15.000 bisa dibagi dua dengan harga ampera Rp. 7.000.
Makan malam dengan jumlah yang sama dengan makan siang pada saat banyak uang, bisa digunakan untuk besok sehari semalam ketika pasca-banyak uang.
Berarti diperkirakan bisa hemat 100%-200% biaya hidup dengan asumsi pengeluaran sehari-hari biaya hidup(konsumsi)


Share this:

CONVERSATION